Menyikapi Kegagalan Dakwah

Dakwah Belum pernah terjadi dalam sejarah bahwa umat Islam mengalami kekalahan, kemunduran dan kemerosotan yang begitu parah seperti yang terjadi pada masa sekarang ini. Kemunduran yang menimpa kaum Muslimin dewasa ini sebagaimana dikemukakan para cendekiawan Muslim, bersumber dari “kegagalan dakwah” dalam membina generasi penerusnya. Yakni yang dimaksud dengan “kegagalan dakwah” adalah belum tercapainya tujuan dakwah yang mengajak manusia untuk totalitas mengabdi (beribadah) kepada Allah dan Rasul-Nya guna mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Persoalan paling mendasar yang menyebabkan umat ini (Islam) semakin terpuruk dalam kemunduran dan krisis multi dimensi adalah hilangnya ruh dan nilai-nilai rabbaniyah yang seharusnya menjadi identitas pribadi muslim baik pada tataran individu atau pun masyarakat secara kolektif, Kita semua adalah pengemban dakwah dikarenakan umat Islam pada umumnya dan khususnya juru dakwahnya telah meninggalkan ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya dan mengikuti ajaran-ajaran yang datang dari luar Islam.

Hal ini ditandai dengan pemahaman atau keyakinan yang salah terhadap ajaran Islam, seperti pemahaman hadits bahwa umat Islam akan mengalami kemunduran di akhir zaman, yang menyebabkan umat Islam statis dan tidak mau mengubah nasib. Sebab lain adalah perpecahan yang ada dalam umat Islam sendiri, pemerintahan yang absolute (mutlak) mempercayakan pimpinan umat kepada orang-orang yang tak dapat dipercaya dan disebabkan juga karena lemahnya tali ukhuwah Islamiyah.

Adapun yang menjadi barometer (alat ukur) “Kegagalan Dakwah” adalah sebagaimana yang terjadi dan kita lihat dewasa ini. Kaum Muslimin menjadi kaum yang “terbelakang” peradabannya, terbelakang pengatahuan-teknologinya, terbelakang ekonominya, dipecah belah, diadu domba, dikeluarkan dari warisan dan tradisi pendahulunya dan akhirnya mereka menjadi kaum lemah yang siap didekte dan diperintah orang lain.

Perkembangan dakwah dengan tuntutan dan tantangan yang besar mengharuskan juru dakwah untuk memformulasikan kembali model dan metodologi dakwah agar tidak terasa kering. Hal ini dilakukan oleh para juru dakwah agar “kegagalan dakwah” sepatutnya tidak terulang lagi oleh generasi berikutnya. Karena akan menambah parahnya penderitaan dan kesengsaraan ummat. Jika kaum muslimin yang sedang mundur ini hendak dibangkitkan kembali menjadi kaum yang memimpin peradaban dunia. Hal pertama yang harus dilakukan adalah merombak sistem dakwah yang diterapkan selama ini kemudian dibangun dan dikembangkan sebuah bentuk sistem dan metode dakwah yang akan mengangkat harkat dan martabat mereka sebagaimana yang telah dibuktikan oleh Rasulullah saw dan generasi Islam terdahulu. Mereka telah berhasil dengan gemilangnya  memahami dan menerapkan sistem pembinaan manusia unggul yang diajarkan Allah swt melalui bimbingan Rasulullah saw yang menjadi qudwah bagi umat Islam.

Lebih Lengkapnya bisa di download   Makalah Menyikapi kegagalan dakwah

Perihal marlina2
Saya sedang bekerja di RS Ibu dan Anak Hermina Depok

Mangga Bilih Bade Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: